Wednesday, November 15, 2017

I FOUND THEM!

"A good friend is the one who care about her friend first before herself..."

Untuk kalian yang belum ataupun udah nemuin sosok sahabat di hidup kalian, pastinya kalian sadar kalau sosok sahabat itu amat sangat susah dicari. Dan bagi kalian yang udah nemuin sosok itu, jaga baik-baik. Karena kadang, kesempatan ga muncul 2 kali.


Dan gue sangat amat bersyukur Allah udah kasih perjalanan hidup yang menyenangkan dengan sahabat-sahabat gue. 10 tahun udah kita bersahabat dengan berbagai macam pikiran dan sifat yang berbeda, tapi karena kita punya satu tujuan yang baik dan selama kita tetap bahagia, semuanya aman terkendali. Beda pendapat udah pasti ada, tapi bukan berarti ga ada solusi tengahnya kan? Karena semua masalah pasti punya solusinya, tinggal gimana kita bersikap dalam proses itu. 


Kalau di inget-inget banyak banget kejadian yang nyenengin selama 10 tahun ini. Ga jarang juga ada kejadian yang bikin kita selisih. Yaa kaya misalnya suka sama cowo yang sama, pacaran sama mantannya temen, beda pendapat sampe bete-betean. Tapi itu semua itu ga sia-sia dan ga buang waktu kita. Karena hal itu malah buat kita jadi pribadi yang lebih baik sekarang, kita jadi bisa saling ngerti satu sama lain dan tau gimana cara bertoleransi dalam berteman.


Makin bertambah umur kita, makin dewasa kita, makin banyak juga yang berubah. Ber-14 kita jalanin kehidupan yang beda dengan cita-cita yang beda juga. Mungkin kita udah ga se-sering dulu untuk ketemuan sambil ngopi bareng. Ada yang sibuk kerja, ada yang udah berkeluarga dan sibuk dengan effortnya yang berusaha jadi istri yang baik, ada yang sibuk dengan bisnisnya, dan ada juga yang lagi happy dengan dunia atau teman barunya. Dan gue mungkin yang paling ketinggalan, karena sampai detik ini gue masih sibuk ngejar S1 gue yang lama banget kelarnya ini. Tapi mereka ga pernah ninggalin gue, bahkan kita ga saling ninggalin cuman karena kita punya kehidupan masing-masing yang berbeda. Walaupun jarang ketemu, tapi pas ketemu kita tetep sama dengan apa adanya kita. Bahkan kita saling support satu sama lain. Itu semua karena kita belajar dari masa lalu sampai akhirnya kita bisa ngerti di masa sekarang. 



"No matter how far we are, we knew that we still need & have each other, because this friendship is priceless."

Well, the point is I am really-really proud for all my bestfriends (Amanda, Andri, Audi, Babe, Cinta, Delfi, Dora, Icha, Indri, Mawar, Nyssa, Sheila & Syavira) who's trying so hard to keep this friendship going so well all this years. I feel grateful, I feel blessed and I feel so lucky to have 'em in my life. And also thanks to you, the one that makes me feel this way, without you I have no idea about a good friend, because you're not



KEEP CRAZY GIRLS! I love you all... 💗💗💗


Monday, July 24, 2017

Lari Sampai Garis Finish

Kuliah itu kaya lomba lari.
Apapun yang kita lakuin pasti mulai dari titik start.
Rintangan yang ada di depan itu ujian-ujian kecil hidup.
Mau gimanapun kita laluin segala rintangan yang ada,
dan cepat atau lambatnya kita berlari itu cuma proses sampai garis fisnish.
Dan jadikan peserta lain yang lebih cepat dari kita sebagai motivasi, bukan musuh.
Ada yang lebih lambat dari kita, berikan semangat lebih kita untuk mereka.
Hingga akhirnya kita semua sampai pada garis finish.
Semua peserta pasti punya caranya masing-masing untuk sampai  garis finish.
Ada yang hebat karena berusaha sekuat tenaga.
Ada juga karena mereka beruntung dan ada juga yang tidak.

Dan gue adalah salah satu peserta lari yang lambat dan kurang beruntung.
To be honest, sampai detik ini gue masih sebagai lulusan SMA.
Udah umur segini tapi gelar sarjana belum di tangan.
Semua karena awal-awal kuliah gue iseng buat kerja part time.
Niatnya buat tambah-tambahin uang  jajan aja.
Cuman gak bisa di bohongin yaa, emang lebih enak kerja di banding kuliah.
Lebih semangat bangun pagi-pagi buat buat kerja daripadi masuk kelas pagi.
Kata lainnya lebih enak dapet uang daripada keluar uang.

Tapi ternyata setelah di pikir-pikir agak nyesel juga karena ngegampangin kuliah.
Bukan karena malu belum sarjana, tapi lebih nyesel karena ngecewain orang tua.
Mereka udah berusaha cari uang dan ngeluarin uang banyak buat gue kuliah.
Bisa apa sih gue yang (sebelumnya) kerja dengan gaji kecil karena cuman lulusan SMA?
Gaji yang gue dapetin kemarin-kemarin juga ternyata ga bisa membantu orang tua gue buat bayar kuliah gue sendiri.
Bahkan sampai sekarangpun orang tua gue masih berusaha cari uang buat gue samapai dapetin gelar sarjana itu.

Nyesel? Udah pasti.
Sedih? Yaa iyalah.
Malu? Iya, ilok.

Tapi, alhamdulillah hal-hal itu ga buat gue nyerah sih.
1 tahun ini saatnya pembuktian ke orang tua gue.
Kalau tahun depan, gue pastikan gue akan dapat gelar S1.
Kali ini ga boleh ada yang lewat.
Kali ini gue akan tunjukin kalau gue bisa lebih semangat.
Gue pasti akan lebih baik  dari gue yang sebelumnya.
Tahun depan, gue akan buat orang tua gue bangga.

Emang gue lama banget kuliah.
Gue ngaret banget ngejar yang harusnya udah gue dapaetin dari jauh-jauh.
Cuman ga ada terlambat buat kata bangkit.
And I don'tcare what people think about me...
Selambat apapun gue lari, tujuan gue tetep garis finish.
Dan tahun depan gue harus sampai di garis finsih.

Amin! 😊😊😊





"Kuliah itu kaya lomba lari. Tidak perduli secepat apa dan bagaimana kita berlari asal kita tetap pada jalur lari, kita tetap akan sampai pada garis finish." -AP

Tuesday, June 13, 2017

What is 'Fine'?

So, how are you?
Of course you'll say fine.
But, what is 'Fine' really describe for you?
Are you really fine? Or should I ask 'really?'?
Fine is only one word, but there's a lot of meaning with 'Fine'
If someone ask me about that, so here it is...


All the answer for 'Fine' its all depends on the situation.
My situation now is, yes I'm fine.
I'm fine, even tho I don't have a job now.
I'm fine, even tho I don't have much money.
I'm fine, even tho I'm not graduate yet.
I'm fine, even tho my dreams still seems so far away.
I'm fine, even tho other grasses is greener than mine.


Why I said fine when the truth is I'm not?
Because I feel thankful, I feel grateful.
Why?
Because if you think that you have a bad luck, you have to look down.
You'll see someone's big problems, and it's bigger than yours.
You broke up with your boyfriend, someone lost their love by death.
You lost  your job, someone crying everyday because their bosses.
You don't have enough money to buy your favorite bag, someone use a plastic bag for their bag.
And there's more problems.


Someone said, 'Fake it until you make it."
So, can you fake it for being fine?
I know it's hard, it's really hard that you can't fake it.
Just look around you, look what you have now.
And look  at the mirror, look what God's created in this world.
God gave you a life to live in this world for a reason,
Just be thankful for what you have now, even tho there's a lot of things that you don't want to.
But, there's always a good reason from a bad things.
You don't know it yet, but you will.
Just try harder, stay strong, don't forget to pray, and wait...
You'll find your own 'Fine' and you'll get bonus also, it called 'Happiness'.


So, how are you? Are you fine? I know you are. Don't forget to smile... 😉

Friday, November 14, 2014

My First Love

Assalamualaikum wr.wb.

Setelah sekian lama ga nulis blog, sampe blog gw ngambek gamau di buka (lupa password saking kelamaannya ga buka blog) akhirnya berhasil juga blog gw kebuka setelah rayuan dan bujukan yang gw kasih ke dia. FUUUUUH! Apa kabar blogger? Baiklah pastinya yaa. Ga kerasa yaa, sekarang kita sudah mendekati akhir tahun lagi, dan kemarin kita semua baru aja ngerayain Hari Ayah Nasional. Wow! Selamat untuk Ayah-ayah dan yang akan menjadi Ayah di dunia. Berhubung dengan perayaan Hari Ayah Nasional, gw mau tulis juga tentang Ayah.Well...


My favorite photo all the time.

Gw lahir di Bandung dan tinggal selama 6 tahuu di Bandung sama Bapak dan Ibu. Hampir semua orang merasakan masa kecilnya pasti bahagia sama orang tuanya. But not for me. Bahkan gw lupa hal menyenangkan seperti yang gw rasain bareng mereka. Klo ngomongin masa kecil yang gw inget gw sering nangis, nangis karena banyak hal yg gw alamin. Sampai akhirnya gw orang tua gw memutuskan buat pisah, dan gw sm Ibu dan ade gw pindah ke Jakarta tinggal di rumah Opah dan gw pisah sama Bapak. Untuk ketemu sama Bapak waktu dulu cuman dalam waktu tertentu, karena Bapak maish tinggal di Bandung dan gw di Jakarta. Harus bulak balik Jakarat Bandung, yang cukup jauh dan memakan waktu yang lama pada tahun itu, Dan akhirnya Bapak pindah tinggal di Jakarta sama Uwa. Seneng banget, jadi buat ketemu Bapak udah ga susah. Bapak kerja di Jakarta, dan gw jadi lebih sering jalan sama Bapak.

Waktu gw lulus SMP dengan nem yang cukup tinggi sampai gw bisa masuk SMA Negeri yang cukup bagus, Bapak pernah kasih gw hadiah yang jarang banget gw dapetin itu dengan gampang di hidup gw seperti remaja yang lainnya. Yaitu hp Nokia music  yang selalu jadi impian gw waktu itu. Selama ini gw dapet hp itu pasti turun temurun atau beli bekas. Yaa sekalipun baru, tapi itu bukan nokia, cuman hp murah biasa. Dan Waktu Bapak beliin gw hp Nokia yang baru sebagai hadiah gw lulus SMP dengan nilai yang bagus. Senengnya minta ampun! Sayang, gw cuman ngerasain hp itu selama sebulan. Karena di ambil sama orang bodoh yang ga ngerti arti kehidupan dan arti menghargai seseorang. Kesel banget! Bukan karena hpnya yang ilang, tapi itu hadiah dari Bapak yang mungkin Bapak susah payah kumpulin uang buat beli itu. Yang akhirnya gw cuman bisa ikhlas.


My Superhero


Dan sampai akhirnya gw beranjak besar, gw lulus SMA dan setahun kemudian gw baru bisa masuk kuliah. Yaa gw ngaret setahun, karena keadaan ekonomi keluarga gw yang ga memungkinkan gw masuk kuliah pas lulus dari SMA. Gapapa, gw ga akan maksain orang tua gw buat gw masuk kuliah langsung dan cuman karena malu karena teman-teman yang lain bisa kuliah. Nope! Gw sama sekali ga perduli soal itu, tapi yang gw perduliin orang tua gw. Dan alhamdulillah 2011 gw bisa masuk kuliah di salah satu kampus Swasta di Jakarta Pusat. Asal kalian tau, kedua orang tua gw ga ada yang sarjana. Bahkan 2 Kakak gw yang 1 SMAnya ga sampai selesai, dan yang 1 Cuman sampai lulus SMP. Dan gw berharap gw bisa banggain orang tua gw dengan gw bisa sampai tingkat Sarjana. Amin!

Selama kuliah ini dengan berbagai macam tugas dari kampus dan waktu gw kesita sama kampus, yang akhirnya gw jadi jarang bgt ketemu sm Bapak. Bodohnya weekend gw jarang banget gw habisin sama Bapak, gw malah jalan sama temen-temen gw buang-buang uang. Dan parahnya di saat gw ada free time, gw sakit yang bikin gw ga bisa kemana-mana. Bahkan gw ga bisa masuk kuliah. Giliran sembuh udah mulai UTS. Giliran udah selesai UTS, musim hujan bikin gw makin ga bisa kemana-mana karena gw juga ga punya kendaarn yang bisa bikin gw ga kehujanan. Di tambah keadaan lingkungan rumah gw yang bikin gw susah banget cari kendaraan untuk keluar, jadi gw cuman bisa mengandalkan pacar gw yang bisa anter dan jemput gw. Tapi dia juga kan punya kegiatan lain selain harus anter jemput gw.

Sampai akhirnya gw sama Bapak jadi sering debat dan ribut soal waktu gw yang berantakan ini, Bukan mau gw ga ketemu bokap, tapi emang keadaan yang bikin susah untuk kesana. Dan sedihnya gw sm Bapak sekarang lagi ribut karena hal itu, dan karena salah satau kebodohan gw yaitu lupa. Lupa hari, lupa jam, lupa harinya gw harus kuliah, pokoknya gw sering lupa. Bukan mau gw juga klo gw sering lupa, mungkin gw kelewat lemot bener kata Bapak. Karena gw waktu kecil langsung bisa jalan ga pake acara ngerangkak, otak gw ga normal kaya orang pada normalnya. Gw sedih gw malah di marahin karena sifat yang gw juga gamau gw kaya gitu. Dan saat hari Ayah Nasional gw malah sedih karena mikirin kata-kata Bapak waktu marahin gw yang bikin gw nangis.

Gw sadar, gw bukan anak yang sempurna. Nobody's perfect, right? Gw mungkin ga bisa jadi apa yang orang tua gw mau, gw sering ngecewain mereka. Tapi sumpah, itu bukan tujuan dari hidup gw. Sebisa mungkin gw mau bikin orang tua gw seneng dan ga ngelakuin yang terbaik buat mereka. Kejadian ini sangat-sangat bukan kemauan gw di Hari Ayah Nasional.

Dan cuman dari jauh dan lewat ini gw mau ucapin Selamat Hari Ayah Nasional untuk Bapak. Terima kasih buat semua perjuangan Bapak selama ini dalam ngurus Aya. Aya tau hidup itu susah, Aya tau segimanaa usaha Bapak untuk sekolahin Aya sampai setinggi ini. Maafin Aya yang ga bisa bagi waktu untuk ketemu Bapak. Tapi Aya ga pernah bohong klo Aya kangen banget sama Bapak. Apapun yang Aya alamin sama Bapak dari kecil sampai sekarang, ga perduli sedih atau seneng, Aya selalu sayang sama Bapak, apapun keadaan Bapak. Aya ga pernah berhenti berdoa buat Bapak. Bapak tenag aja, Aya akan berusaha ngurangin beban Bapak. Aya mau mandiri dengan cari biaya kuliah Aya sendiri, Aya janji, Aya bakal sampai sarjana entah kapanpun itu tapi Aya kan sarjana dan buat Bapak bangga.





Bapak is my first love, and will always be. Happy Father's Day!




Wassalamualaikum wr.wb.

Wednesday, August 21, 2013

Indonesia Belum Merdeka.

17 Agustus kemarin, baru aja negara kita ngerayain 68 tahun kemerdekaan Indonesia. Tapi kenapa kali ini judul blog gw "Indonesia Belum Merdeka"?

Yap, karena menurut gw Indonesia belum merdeka. Gw ngerasa kehidupan gw belum merdeka. Gw ngerasa seperti ini karena susahnya mencari pekerjaan.

Senin kemarin, tanggal 19 Agustus akhirnya gw di telfon sama suatu perusahaan coffee store yang sebelumnya gw udah interview. Akhirnya yang gw tunggu-tunggu telfon gw. 

Perasaan gw? Seneng banget awalnya. Udah lama gw mau kerja disitu, pengen banget ngerasain jadi barista. Seperti biasa Mba itu telfon gw buat nanya-soal kuliah dan jadwal gw. Dia juga memperjelas pekerjaannya.

Mba itu bilang gw mau di tempatin di lippo mall kemang, karena disitu lagi butuh staff. Alhamdulillah deket. Seharusnya tanggal 20 kemarin gw harusnya dateng ke kantornya di wr.buncit, sekalian untuk ketemu sama store managernya. Kurang lebih seperti ini conversationnya;

A : Kamu akan di tempatin di store di lippo mall kemang yaa Ay, bisakan kalau dari rumah atau kampus kamu?
B : oh iya bisa mba, bisa banget.
A : okay, kalau begitu besok kamu ke office yang di wr.buncit yaa, sekalian untuk ketemu store managernya.

Yaampun gw seneng banget pas itu, tapi setelah gw memperjelas keadaan gw ke mba-mba yang telfon itu sebelum nutup telfonnya...

B : tapi Mba, sekarang saya berjilbab. Gapapa ga Mba?

Tentu gw harus kasih tau itu, karena as interview gw belum berjilbab, dan selama ini gw pun belum pernah ngeliat barista di perusahaan itu yang berjilbab. Dan jawabannya...

A : oh kamu sekarang berjilbab yaa. Hmm gini deh, aku konfirmasi dulu, nanti untuk lebih jelasnya aku hubungin kamu lagi yaa Aya.

Dan selasa kemarin, tanggal 20 Agustus seharian gw tunggu kabar dari perusahaan itu, tapi hasilnya nihil. yang telfon malah temwn gw yang nanyain jalan. Untung gw jelasin kalau sekarang gw udah berhijab, coba kalau ngga pas sampe sana gw di suruh pulang kan lumayan ngenes. 

Kenapa langsung berubah pikiran setelah gw bilang gw berjilbab? Apa karena dia perusahaan dari luar negeri? Tapi mereka taro store di Indonesia, yang udah jelas Indonesia itu beragam budaya dan agama. Ada yang salah dengan mempekerjakan wanita berjilbab? Menurut gw peraturan itu ga etis untuk di Indonesia. Orang kerja berdasarkan skill, bukan fisik. 

Gw juga suka mikir soal pekerjaan seperti SPG. Dulu gw sering ikut interview jadi SPG suatu brand atau apapun, tapi selalu gagal di bagian scanning, karena tinggi dan berat badan, dan rambut gw yang pendek. Padahal kerjanya itu harusnya memasarkan, menjual, apa hubungannya dengan fisik? Supaya orang-orang lebih tertarik? Tertarik akan apa? Badan kita atau barang yang kita jual? 

Padahal ga semua orang cantik berskill juga. Gw pernah dapet kerja dari Uwa gw buat jadi SPG waktu di event yang Uwa gw bikin, gw kerja bareng SPG-SPG cantik yang badannya bagus. Waktu kerja kit berinteraksi sama orang luar rata-rata, tpi SPG yang ikut kerja itu malah ga bisa bahasa Inggris. See?

Ternyata ga semua orang bisa dapat kesempatan buat kerja karena fisik, ataupun karena kepercayaan akan agamanya. Kenapa di Indonesia ga semua orang bisa terima budaya timur yang beragam budaya dan agamanya  seperti kita menerima apa adanya budaya barat? Apa cuman gw yang berpikiran seperti ini?

Asumsi gw, Indonesia belum merdeka.

Sekian~