Monday, July 24, 2017

Lari Sampai Garis Finish

Kuliah itu kaya lomba lari.
Apapun yang kita lakuin pasti mulai dari titik start.
Rintangan yang ada di depan itu ujian-ujian kecil hidup.
Mau gimanapun kita laluin segala rintangan yang ada,
dan cepat atau lambatnya kita berlari itu cuma proses sampai garis fisnish.
Dan jadikan peserta lain yang lebih cepat dari kita sebagai motivasi, bukan musuh.
Ada yang lebih lambat dari kita, berikan semangat lebih kita untuk mereka.
Hingga akhirnya kita semua sampai pada garis finish.
Semua peserta pasti punya caranya masing-masing untuk sampai  garis finish.
Ada yang hebat karena berusaha sekuat tenaga.
Ada juga karena mereka beruntung dan ada juga yang tidak.

Dan gue adalah salah satu peserta lari yang lambat dan kurang beruntung.
To be honest, sampai detik ini gue masih sebagai lulusan SMA.
Udah umur segini tapi gelar sarjana belum di tangan.
Semua karena awal-awal kuliah gue iseng buat kerja part time.
Niatnya buat tambah-tambahin uang  jajan aja.
Cuman gak bisa di bohongin yaa, emang lebih enak kerja di banding kuliah.
Lebih semangat bangun pagi-pagi buat buat kerja daripadi masuk kelas pagi.
Kata lainnya lebih enak dapet uang daripada keluar uang.

Tapi ternyata setelah di pikir-pikir agak nyesel juga karena ngegampangin kuliah.
Bukan karena malu belum sarjana, tapi lebih nyesel karena ngecewain orang tua.
Mereka udah berusaha cari uang dan ngeluarin uang banyak buat gue kuliah.
Bisa apa sih gue yang (sebelumnya) kerja dengan gaji kecil karena cuman lulusan SMA?
Gaji yang gue dapetin kemarin-kemarin juga ternyata ga bisa membantu orang tua gue buat bayar kuliah gue sendiri.
Bahkan sampai sekarangpun orang tua gue masih berusaha cari uang buat gue samapai dapetin gelar sarjana itu.

Nyesel? Udah pasti.
Sedih? Yaa iyalah.
Malu? Iya, ilok.

Tapi, alhamdulillah hal-hal itu ga buat gue nyerah sih.
1 tahun ini saatnya pembuktian ke orang tua gue.
Kalau tahun depan, gue pastikan gue akan dapat gelar S1.
Kali ini ga boleh ada yang lewat.
Kali ini gue akan tunjukin kalau gue bisa lebih semangat.
Gue pasti akan lebih baik  dari gue yang sebelumnya.
Tahun depan, gue akan buat orang tua gue bangga.

Emang gue lama banget kuliah.
Gue ngaret banget ngejar yang harusnya udah gue dapaetin dari jauh-jauh.
Cuman ga ada terlambat buat kata bangkit.
And I don'tcare what people think about me...
Selambat apapun gue lari, tujuan gue tetep garis finish.
Dan tahun depan gue harus sampai di garis finsih.

Amin! 😊😊😊





"Kuliah itu kaya lomba lari. Tidak perduli secepat apa dan bagaimana kita berlari asal kita tetap pada jalur lari, kita tetap akan sampai pada garis finish." -AP

No comments:

Post a Comment