Tuesday, February 17, 2015

Indonesia Oh Indonesia...

Beberapa hari ini nonton berita yang isinya hampir semua tentang BW sama KPK. Dan malam ini gw nonton berita tentang warga Australia yang jadi calon eksekusi karena nyelundupin narkoba. Berita itu bikin gw mikir, kayanya ada yang ga bener dari hukum-hukum di Indonesia.

Kenapa penyelundup narkoba dapat hukuman sampai di eksekusi mati dan koruptor ngga? KENAPAAAA???

Apa karena narkoba merusak bangsa? Gimana soal korupsi? Apa karena koruptor adalah orang-orang penting dan disegani?

Opini gw...
Narkoba emang ngerusak bangsa, ngerusak diri sendiri. Tapi itu semua kejadian karena si penggunanya sendiri, dia sendiri yang ambil pilihan buat pake narkoba. Bukan salah si bandarnya ataupun si penyelundup. Toh mereka ada karena ada pembeli. Dan saya yakin, pemakai narkoba itu bukan cuman dari kalangan orang biasa, saya yakin 100% orang-orang penting yang sangat di hormatin atau mungkin disegani pasti ada yang pake narkoba.

Dan korupsi, menurut gw adalah hal yang paling hina dari calon-calon para eksekusi mati itu. Mereka ngambil uang yang bukan miliknya, buat sengsara masyarakat, yang akhirnya masyarakat yang serba kekurangan bisa stres sampai membuat keputusan memakai narkoba atau menjadi bandar narkoba. Korupsi tuh biang dari segala kesengsaraan di Indonesia. Kenapa hukuman mati lebih di fokusin ke para koruptor daripada ke para bandar narkoba??!?!!!??!?!?

Penyelendup di eksekusi mati mungkin bakal bikin kapok bandar untuk berjualan, tapi bukan berarti menghilangkan narkobanya. Gw yakin, andaikan koruptor ada yang kena hukuman mati saya yakin semua orang ga akan mau coba korupsi lagi.

Sayang, hukum Indonesia masih kalah dengan kedudukan sosial dan harta. Hukum bisa hilang karena uang. Korupsi di penjara tetep enak, yaa contoh semua orang tau gimana enaknya Gayus saat di penjara, begitu juga dengan koruptor yang lainnya.

Indonesia, siapapun yang punya uang dia yang menang. Hukum di Indonesia sudah lupa tentang arti keadilan...

Malangnya negaraku...